Thursday, November 24, 2016

Februari

Februari
Serangan fajar direncanakan
Bebunyian geng no 1 dan no 2 menggema
Dana darah berceceran
Berebut panggung kekuasaan

Februari
Ada yang menyuarakan “Maju Bersama Rakyat”
Ada Juga yang “Harus berdaya saing”
Menurut Cerita,
Yang 1 ……. yang 2 …..
Itu cerita lho

Februari
Banyak kyai yang berkoar memilih si A
Banyak Tikus mempertahankan si B
Kejahatan yang terstruktur

Februari
Apa guna kampanye?
Hingga kartini tertutup bendera partai
Apakah Rakyat GOBLOK?
Sampai harus ada kebohongan yang diteriakan

Februari
Setelah lima tahun berkuasa
Tak perlulah kalian mempromosikan diri
Kami sudah ngerti watakmu

Februari
Pemimpin intelektualitas
Pemimpin Rasionalitas
Pemimpin Bekerja Nyata

Februari
Semoga ulama tidak menjual agama
Semoga amplop tidak mengagetkan subuh kami
Semoga di beri kemudahan
Semoga semua yang di semogakan
Terealisasi

Amin.


    15 Februari 2017 pemilihan kepala daerah serentak se-Indonesia, entah itu milih Gubernur, Wali kota, ataupun Bupati. Tahun ini di kotaku tercinta Jepara memiliki dua calon untuk maju di pertarungan kursi Bupati. Kedua calon Bupatinya adalah si Mantan Bupati dan Si Mantan Wakil Bupati. Munculah pertanyaan di kalangan orang awam, apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?, mengapa mereka saling mempertahankan ego untuk berpisah?, apakah ada masalah sebelumnya?. Ah, bulshit dengan semua itu, yang menjadi pertanyaanku bukanlah itu semua. Setiap pemilihan kepala daerah, pastilah bisnis percetakan untung besar-besaran kecuali kalau si Bosnya orang partai juga, ya pasti bilangnya dana sponsor lah. Semua poster, pamphlet dan antek-antek promosi lainnya bertujuan hanya satu. “Pilih Saya”. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah Mengapa dua Calon pemimpin Jepara ini melakukan kampanye menghabiskan milyaran rupiah dan seolah-olah dirinyalah yang paling benar, padahal lima tahun yang lalu yoo mereka udah mimpin Jepara, Apakah rakyat belum bisa menilai watak mereka selama lima tahun ini?.
    Aku tidak melarang untuk berkampanye, punya HAK apa aku ngelarang-larang orang tua. Mbok ya lebih baik uang kampanye yang fastastis jumlahnya kita sumbangkan ke fakir miskin dan anak yatim. Ekonomi islam kuncinya adalah saling berbagi maka sejahtera rakyatnya.
    Di kampungku entah percaya atau tidak, politik uang yang seharusnya di tindas dan dibinasakan pelakunya malahan menjadi momen yang sangat ditunggu setiap lima tahun sekali. Dimana pemikiran warga kampungku. Katanya sih “ndak apa-apalah buat ganti transport ke TPS”. Huft. Ibu Bapak ayo kita berpikir dengan perangkat yang kita miliki berupa akal sehat, kesadaran politik, dan logika pemberian Tuhan. Jangan disia-siakan loh. Begini Bapak Ibu, Si Calon, awal kerjanya saja sudah berani menyogok panjenengan untuk memilihnya karena uang pemberian, bagaimana kalau sampai beliau ini menjadi penguasa Bapak Ibu?. Berapa manusia yang akan disogok Si Calon ini untuk membebaskan lahan proyek misalnya. Bapak, Ibu njengengan itu sudah ditipu dari awal lhoo, terus ini gimana Bapak Ibu?, apa kita biarkan saja biar Allah yang membalas?.
    Oleh karena itu, saat hari-hari pemilihan kepala daerah seperti ini seharusnya yang kita baca di koran, yang kita dengarkan di radio, dan yang kita lihat di televis adalah dialog atau perdebatan Si Calon Penguasa tentang kualitasnya masing-masing. Agar kita tahu seberapa ia menghargai rakyatnya, kekuatan inteleknya dan aspek lainnya yang bisa kita lihat dari segi mengemukakan ide. Bukanya ikut pawai di jalan dengan melakukan irama bel motor yang sangat menganggu pendengaran. Dengan begitu rakyat dituntut berpikir secara rasional, berlogika dan kritis untuk dengan mantap menjatuhkan pilihan kepada si A atau si B.
    Jeparaku sangat sayang kalau harus jatuh di tangan orang yang rakus dan serakah. Pengumpat dan penjilat harus segera dibinasakan dan dihancurleburkan tak pandang bulu, sekalipun dia adalah orang nomor satu di Jepara. Ulama, Pemuka Agama, dan Tokoh masyarakat harus selalu menuntun rakyat untuk selalu  rasional, kritis dan terus berpikir jauh kedepan. Karena engakaulah kepercayaan rakyat untuk saat ini sebelum fajar mulai menyerang. Jangan malah engkau gadaikan kepercayaan masyarakatmu dengan political game partaimu. Semoga kita selalu dirahmati Allah dan senantiasa mendapat lindungannya dari penguasa-penguasa yang dzolim. Amin.

Azwar, 17 Tahun
   
   

    

Tuesday, November 22, 2016

Dikira.

     Pernah suatu ketika aku menulis cerita pendek di sosmed tentang kecurigaanku tentang ''aliran dana BOS''. Tak disangka dan tak diduga ternyata tulisanku sangat viral entah sebab apa. niat awal aku menulis hanya sebagai teman saat kebosanan melanda, hanya dengan berbekal sedikit riset aku menulis semauku dan membesar-besarkan suatu tokoh dan mengintimidasi tokoh lainnya. Terserah saya dong ini kan cerita ''fiktif''. Tulisanku yang menceritakan tentang seorang ketua OSIS yang mencari tahu dan mencurigai aliran dana BOS sampai di telinga Bapak Kepala Sekolah. Ternyata tulisanku ditanggapi sangat serius oleh Bapak Kepala Sekolah dan beliau mengadakan Rapat Dadakan dengan semua pembina ekstra dan orang yang berkepentingan di BOS. Waka Kesiswaan datang menemuiku ketika mimpiku didalam kelas sedang melayang-layang. yaaaa, tidur siang terganggu. Dari Waka ternyata ingin menkonfirmasi apa tujuan dan maksud tulisankau, kujawab saja dengan tenang. ''Saya menulis cerita pendek dengan sesuka hati saya pak, dan hanyalah cerita fiktif. Saya sengaja membuat isi cerita sangat buruk dan terkesan mengintimidasi salah satu tokoh, karena tujuan saya membuat cerita yang buruk karena contoh juga tidak harus baik. Maka kenapa kita terlalu terpaku akan amanat buruk itu, dan mengapa kita tidak berpikir untuk menghindari sifat buruk salah satu tokoh''.
     Yaaa,maka benar seorang penulis Amerika pernah menulis ''Setetes tinta bisa menggerakan sejuta manusia''. Hasil rapat oleh Bapak Kepala Sekolah memang aku kurang tahu hasilnya tapi semoga saja ini bisa menjadi pelajaran kita semua. Hari ini suasana sudah mereda dan kondusif, tapi masih ada teman-temanku yang sedikit terprovokasi akan tulisanku dan terus menuntut transparansi aliran dana BOS. Mereka ingin duduk bersama dan menumpahkan semua keluh kesahnya selama menuntut ilmu di sekolah Tercinta ini.
    Siapa yang hendak disalahakan kalau Bapak Ibu Guru menuntut kami untuk kreatif dan mencari materi sendiri sedangkan para siswa melihat pengurus sekolah yang tidak kreatif untuk mentranparasi. Hayooo siapa yang salah. yaaa jelas siswa tohh kan yang lebih muda dan sempit ilmunya.

Azwar, 17 Tahun
 

Wednesday, November 16, 2016

Study Tour - Bandung

    

    Setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis menulis karena beberapa hal yang sebenarnya tidak penting sama sekali akhirnya Azwar si calon presiden Republik Indonesia kembali mencoba berkarya. Cerita akan diawali oleh duka yang mendalam dan ending yang sangat mengesankan.
    Minggu 30 November 2016. Dewan Kesenian daerah Kab. Jepara menggelar Festival Teater Pelajar dengan tujuan membangunkan dunia perteateran yang sedang mati suri. Setelah melewati proses yang melelahkan akhirnya kami SMK N 3 Jepara mendapat predikat Keaktoran terbaik waktui itu, walaupun nggak dapat juara. Dua hari setelah festival, aku masuk rumah sakit dalam arti yang sesungguhnya, yaa, aku gagal mengatur jam istirahat karena kegiatanku yang sangat ketat. Praktis seminggu terakhir aku hanya tergulai lemah di ranjang pesakitan. Dihidangkan puluhan makan lezat nan menggoda yang belum tentu aku bisa dapatkan saat sehat menjadi amat pahit ketika menyentuh lidah yang terlihat putih pucat.
    Benar kata kebanyakan orang yang entah dari mana sumbernya “Miskinpun tak apa selagi tubuh ini masih sehat maka dunia ini adalah hamba kita”. Memasuki 4 November pagi hari, semua media memberitakan tentang demo aksi damai 4 November. Demo ini bertujuan untuk segera mengusut penistaan agama yang dilakukan Pak Ahok. Mau tidak mau sepanjang hari itu aku kenyang dengan pemberitaan aksi damai yang menjadi trending topic dunia. Masa bodoh dengan demo itu.
    Sore hari Bu Dokter yang menanganiku mengatakan kalau tingkat keparahan penyakitku masih riskan kalau aku di rawat jalankan, namun aku dan ibuku ngotot ingin pulang dan segera meniduri hotel bintang lima dirumah. Dengan berjanji akan beristirahat total selama satu minggu maka Bu Dokter akhirnya mengeluarkan surat rawat jalan. Ahhhh plong sudah dari semua kehidupan rumah sakit yang sangat membosankan.  
    Study Tour yang akan diadakan nanti pada 7 November nampaknya aku hanya akan mendengar cerita indah dari teman-teman karena aku terikat janji dengan Bu Dokter. Sehari sebelum keberangkatan tepatnya hari minggu 6 Nov, aku mengikuti OSC Test (Online Scholarship Competition Test) di Sekolah. Alasannya karena online jadi aku harus nggantung WIFI sekolah. Ternyata disana banyak teman-teman sekelasku yang juga berminggu wifi ria di Gazebo Corner sekolah, dan cerita indah akan segera dimulai.
    Datang Abin yang membujukku dengan sedikit memaksa untuk ikut Study Tour lalu diperkuat dengan Dimas menakuti-menakutiku akan menyesal jika aku tidak ikut ditambah Indri yang katanya tidak akan ramai kalau aku tidak jadi ikut. Memang aku lelaki penghibur apa. Fck you ndri. Janji seminggu beristirahat total nampaknya sedikit lagi akan terlanggar. Study tour tahun ini jurusanku study tour ke TVKU (UDINUS) dan Trans Studio Bandung. Ibuku yang tanpa aku duga ternyata berucap “Kalau badanmu sudah sehat ya ikut aja daripada nanti kamu nyesel lho”. Itu adalah ucapan terindah yang akan selalu terkenang karena itu tiket menuju cerita selanjutnya.
    Mentari pagi yang nampak malu-malu untuk menunjukan betapa eloknya dirinya, Ibuku yang sibuk mempersiapkan kebutuhan Study Tourku, dan aku yang masih terlelap dalam mimpi. Jangan Ditiru. Pukul 7 akhirnya aku terbangun karena teriakan pembangun semangat ibuku. Aku segera bergegas untuk Mandi dan mempersiapkan obat-obatanku dari rumah sakit. Dengan diantar bapaku aku mulai menulis cerita indah ini.
    Sesampainya disekolah wajah gembira dan mengejek  menyambutku dengan ucapan-ucapan penghinaan
                “Ternyata bisa sakit juga”
                “Nggak sekalian dikuburin”
                “Dasar tukang acting”
                “Pasti biar diperhatiin pacarmu kan”
Setan kalian semua. Nggak ada yang percaya kalau aku benar-benar tepar. Mereka taunya aku seorang yang suka bercanda dan BERBOHONG. Memang itu sih kenyataannya. Oke kita lanjutkan ceritanya. Biro berjanji pukul 9 pagi kami akan segera di berangkatkan menuju Semarang namun hingga pukul 10 siang busnya tak kunjung datang  dan kekacauanpun terjadi.
                “Dasar Biro tidak professional”
                “Perasaanku sudah tidak enak dari awal kalau lihat muka yang punya biro ini”
                “Wahhhh bekalnya udah jamur ini”
                “Kita naik angkot aja kalu gitu”
                “Kenapa harus biro ini, paling-paling praktik suap menyuap biar menang tender”
                “Dari persentasinya saja tidak meyakinkan”
                “Awal saja sudah mengecewakan  apalagi nanti tengah sampai akhir”
                ”Allahummasoli a’alaaa muhammmaaaaaaddddd”
Hanya ucapan terakhir yang mengandung pahala. Setengah sebelas akhirnya busnya merapat. Dengan wajah yang kecewa dan mengutuk dalam hati aku dan teman-temanku berat hati melangkah ke dalam bus.
     Perjalanan dimulai dengan tujuan pertama adalah TVKU (UDINUS) Semarang. Setengah tiga kami tiba disana. Itu sudah meleset dari jadwal sebelumnya. Di TVKU kami disambut hangat oleh kak fitri sebagai Humas TVKU. Kami daiajak berkeliling ke semua sudut kantor TVKU untuk melihat  proses produksi pertelevisian, kami juga ikut live salah satu talkshow mereka. Selanjutnya kami dibawa masuk ke salah satu studio dan di beri ilmu yang sangat bermanfaat oleh Kak Fitri tentang bagaimana harus berkarya yang baik tanpa melanggar norma-norma masyarakat. Salah satu quotes yang bisa aku ambil dari Kak Fitri adalah “Buatlah orang lain mengcopy karyamu  dengan senang hati” dan “Selagi muda jagan takut untuk berkarya selama mematuhi batas larangan”.

    Perjalanan dilanjutkan ke Trans Studio Bandung. Perjalanan istimewa akan semua orang yang haus akan liburan, yaaa, itulah kami para pelajar yang telalu suntub di depan layar imajinasi. Mencoba melihat sejenak karya hamba-hamba Tuhan yang selalu taat pada aturannya. Trans Studio di gadang-gadang sebagai eropanya Indonesia. Yaa itulah kami yang ingin merasakan hawa-hawa Eropa. Setidaknya kalau tidak bisa membeli daging sapi rasa balado, maka bolehlah kita membeli bumbu balado untuk ditaburkan ke daging ayam.
     Sebelum merapat ke Trans Studio Bandung rombongan menyempatkan Mandi besar. Ehh maksutnya Mandi air hangat di Ciater, Subang. Semburan air memancar dari beberapa celah bebatuan disambut siraman cahaya lembut sang mentari membuat mata ini jadi melek semelek-meleknya. Memang banyak sekali sumber mata air hangat yang ada di Jawa Barat tapi ‘katanya’ di ciater lah mata air yang paling bersahabat dengan kulit orang  Jawa.




    Hanya sebentar menikmati kehangatan Tuhan, perjalanan dilanjutkan ke tujuan utama Trans Studio Bandung. Setelah administrasi beres dan kupon makan di tangan. Piknik pun dimulai. Kesan pertama ketika aku naik ke lantai 2 dan disambut dengan banyak videotron adalah masuk ke Benua Eropa. Ya Eropanya Indonesia. Arsitektur yang luar biasa ketika di lantai dua ada bangunan semegah ini. Berdecak kagum akan keilmuan para arsitek dan developer proyek Trans Corp ini. Vertigo adalah permainan pertama yang menyambut kami, tau sendirilah kalau vertigo ini adalah salah satu jenis penyakit. Barang siapa yang menaiki permainan ini maka ia akan sejenak merasakan penyakit Vertigo.
    Pesan yang masih kupegang dari ibuku adalah dilarang menaiki wahana pemacu adrenalin karena kondisiku yang belum pulih betul. Yaaa, jadi aku hanya bisa merekam keseruan bermain teman-temanku, dan itu membosankan. Jadi posisisku dalam cerita ini adala departemen dokumentasi. Fck. Aku harus mengikuti kemananpun teman-temanku pergi dan harus bersedia menjadi juru foto yang tak berpenghasilan. Cerita ini aku singkat.
    Entah pukul berapa kami memasuki stage 15 yang menggelar pertunjukan it’s magic. Aku sangat kagum sekali akan pertunjukan yang sangat istimewa dengan permainan tata cahaya, sound effect serta permainan lighting yang menyejukan mata. Ya aku belajar banyak dalam seni pertunjukan.
    Stage 16 adalah pertunjukan sirkus THE BOOK OF THE WORLD yang dipentaskan oleh crew dari TSB sendiri. Seperti yang aku pernah lihat di Televisi, bagaimana sirkus melakukan sesuatu kemustahilan yang nyata, semua penonton membungkam mulutnya dan sesekali bertepuk tangan girang akan sesuatu kemustahilan. Hari ini kita belajar dari sebuah pertunjukan sirkus bahwa kemustahilan bisa ditaklukan dengan kerja keras, telaten serta doa maka kemustahilan adalah sesuatu yang tak lagi semu.
   Kehidupan manusia sejatinya untuk menghambakan diri kepada Tuhannya, mengagumi karyanya melalui makhluk-makhluknya juga salah satu jenis penghambaan kepada Tuhan. Hari itu aku belajar banyak hal tentang makna kehidupan. Pukul 16.00 WIB janji akan kembali ke bus untuk segera meneruskan perjalanan ke pusat oleh-oleh Cibaduyut, tapi terdengar sayup-sayup bahwa pukul 16.00 nanti akan ada festival di TSB, yaaa mumpung di Bandung ya kita selesaikan saja festival yang belum temtu satu tahun sekali kita lihat. Kami bergegas menuju bus ditemani dengan gerimis hujan yang terus mengikuti langkah lariku, sesampainya di bus aku mencari hpku di jaket, namun tidak ada juga, kucari di bawah kursi juga tak ditemukan. Ohhh sial hpku terjatuh saat aku berlari kehujanan. Dengan rasa berat hati aku meninggalkan Bandung tanpa ada hp ditangan.


    Beberapa hari setelah liburan yang menyenangkan juga mengikhlaskan, Arif temanku memberiku kabar bahwa hpku telah ditemukan dan siap dikirim ke Jepara. That’s Surprise. Ada aja orang yang masih baik di jaman para pemimpin yang korup. Enam hari setelah kabar dari Arif akhirnya hpku kembali kepelukan majikannya. Huft. Yaaa mungkin ini cerita tidak penting sama sekali, dan mungkin pengalaman seperti ini sudah banyak dialami banyak orang. Tapi satu hal yang yang mungkin juga belum disadari banyak orang yaitu mengambil pelajaran kehidupan dari sebuah perjalanan.
https://youtu.be/YSNywSeDHD8

Tuesday, October 4, 2016

Kau, Aku dan Sepucuk Angpau merah


Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali setiap detik, 300 kali dalam satu menit, 18000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia  mana, berbinar, berharap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasannya.

    Tere Liye seperti biasa setiap novelnya pasti mencungkil hal-hal yang tidak terlalu diperhatikan oleh kebanyakan orang, sebuah kisah dari Pulau Kalimantan tepatnya Kota Pontianak dan tepatnya lagi di sepanjang sungai Kapuas. Namanya Borno ia dijuluki masyarakat sebagai remaja yang hatinya paling lurus sepanjang tepian Kapuas. Borno tidak seperti remaja lainnya yang berpikiran pendek, yang penting dapat kerja dan bisa makan. Ia memikirkan jauh masa depannya untuk sebuah kehidupan yang lebih baik dan sejahtera
    Ketika ia masih berumuran anak-anak kejadian yang amat memilukan terjadi. Ayahnya sakit parah dan harus dibawa ke rumah sakit, selang beberapa jam di lorong rumah sakit, Borno melihat dada ayahnya di belah oleh dekter. Ayah Borno meninggal dunia. Saat menginjak dewasa Borno menjadi pengemudi sepit (alat transportasi sungai Kapuas) seperti warga lainya. Suatu ketika ia bertemu dengan gadis sendu menawan yang sangat membuat ia penasaran. Berhari-hari gadis itu selalu menaiki sepit Borno. Di suatu siang saat Borno selesai mengantar gadis sendu menawan itu ke tujuannya ia menemukan sebuah angpau merah tergeletak di bawah tempat duduk sang gadis sendu menawan tadi. Borno ingin seklai mengembalikan angpau merah itu dan menayakan siapa namanya. Semua penasaran Borno akhirnya terjawab, ternyata gadis itu hanya membagikan angpau berisi uang untuk semua warga pinggiran Kapuas.
    Borno memutuskan menyimpan angpau merah itu dilemari sebagai kenangan dari sang gadis sendu menawan itu. Borno memutuskan untuk bertanya siapa nama gadis sendu meawannya. Namanya Mei. Hari-hari Borno semakin berwarna semenjak perkenalannya dengan gadis sendu menawan yang setiap hari berangkat ke tempat kerja naik sepitnya Borno.
    Tiba-tiba Mei menghilang dan menitip pesan kepada Borno agar ia tidak akan pernah mencarinya lagi. Borno tidak lantas menyetujui permintaan Mei. Borno selalu menayakan kenapa Mei harus pergi tiba-tiba dan kenapa Borno harus dilarang bertanya dia hendak pergi kemana.
    Mei pergi ke Surabaya. Borno mendapat informasi dari bibinya Mei. Tanpa banyak bertanya Borno langsung terbang ke Surabaya untuk menenmui Mei. Setibanya Borno di Surabaya ia langsung menuju kediamana Mei setelah mendapat alamat rumah Mei dari bibi. Mei ternyata mennyimpan rahasia yang amat sangat besar. Ada banyak jawaban kenapa Mei harus pergi dan Borno dilarang berharap ia kembali. Dan semua Jawaban itu tersimpan di Angpau merah yang ternyata senga Mei tinggalkan di Sepit Borno.

Sunday, September 25, 2016

Sunday, September 18, 2016

Cara Menjadi Youtuber


 Siapa itu Youtuber…?
Jadi menurutku Youtuber adalah mereka yang sering mengupload videonya di youtube untuk tujuan tertentu.
Ada banyak aliran youtuber yang ada di di Indonesia ada Vlogger, Comedian, Review Film, Special effect, Music Video dan masih banyak lagi. Tapi bagaimanakah cara memulai untuk menjadi seorang Youtuber…???

1.       Kenali Dirimu
Tanyakan kelebihanmu kepada orang-orang disekitarmu apakah kamu cocok sebagai Vloger, Seorang Gamer atau sebagai Comedian. Jangan pernah memaksa membuat video yang tidak kamu sukai seperti kamu tidak suka main game dan kamu memaksa membuat video mereview sebuah game, dalam proses pembuatannya saja kamu pasti tidak nyaman dan terbebani maka secara otomatis feel yang kamu keluarkan akan ditangkap oleh penontonmu lalu mereka akan merasa sangat borring dan segera menclose videomu, Kalau kamu seorang Vloger jangan malu kalau kamu di bilang sok keren dan sok cool di depan teman-temanmu lakukanlah sesuka hatimu, ingat mereka hanya iri dengan masterpiece yang sedang kamu kembangkan.
2.       Belajarlah Shoting dan Edit yang baik
Kalau kamu Youtuber pemula dan sangat amatir jangan pernah berhenti untuk terus belajar shoting dan edit yang baik, karena penontonmu akan memberi nilai plus kalau kualitas gambarmu enak di lihat juga audio yang tepat. Lain lagi kalau kamu sudah menjadi artis terkenal atau anak presiden yang merambah dunia peryoutuban, kamu tidak usah mencari penonton dengan kualitas gambar yang menawan, penonton akan datang dengan sendirinya hanya ingin melihatmu di youtube dengan sudut pandang yang berbeda.
3.       Konten
Coba search di youtube “Agung Hapsah” seorang youtube film maker usianya baru 17 tahun tapi disetiap videonya pasti ada konten yang sangat menarik dan membuat penonton menunggu video selanjutnya, video-videonya pasti ada color grading film look untuk mempercantik videonya. Itu namanya konten…!!!
4.       Pintar-Pintar Promosi
Kamu membuat video untuk ditonton banyak orang jadi kalau kamu tidak promosi maka semuanya akan percuma dan sia-sia, ajaklah teman-temanmu untuk menonton videomu, saudaramu, guru-gurumu dan juga musuh-musuhmu. Tapi ingat dalam masa promosimu pastikan videomu sudah layak ditonton dengan konten yang tertata rapi juga tanpa adanya SARA.
        Itulah yang aku tahu tentang dunia youtube, semoga youtuber-youtuber pemula sepertiku terus berdatangan dan meramaikan peryoutuban Indonesia dengan konten yang menarik dan tentunya konsistens.

Azwar, 17 Tahun



Friday, September 16, 2016

Novel Bulan - Tere Liye


  Buku ini adalah buku kedua dari serial Bumi. Namanya Seli dan dia bis mengeluarkan petir. Meneruskan petualangan tiga sahabat yang menjelajah klan bulan. Misi mereka adalah melakukan diplomasi ke klan matahari untuk menutup penjara bayangan dibawah bayangan selamanya tempat Tamus dan Si Tanpa Mahkota dipenjara. Dalam rombongan tersebut ada Raib, Seli, Ali, Ily, Av dan Miss Selena. Setibanya di klan matahari mereka mendarat tepat di tengah stadium yang amat besar. Ternyata hari itu adalah pelaksanaan festival mencari bunga matahari yang pertama kali mekar.
    Tanpa ada persetujuan sebelumnya rombongan Raib, seli dan kawannya diikutkan dalam festival ini. Festival mencari bunga matahari yang pertama kali mekar adalah festival tahunan yang sangat berbahaya. Di klan matahari, bunga matahari yang pertama kali mekar bisa mngabulkan semua permintaan siapa saja yang menemukannya dan memetiknya.
    Raib, Seli, Ali dan Ily akhirnya menerima tawaran dari ketua konsil dan siap mengikuti festival berbahaya ini. Di dalam novel ini nantinya petualangan ke empat sahabat sangat seru, berbahaya dan sangat kompleks permasalahannya. Setelah berjuang sekuat tenaga akhirnya bunga matahari yang pertama kali mekar ditemukan. Tapi bukan oleh rombongan Seli. Kontingen didepannya berhasil memecahkan semua teka-teki petunjuk dan mereka keluar sebagai pemenang.
    Sebelum bunga matahari yang pertama kali mekar di petik oleh kontingen yang juara. Ketua konsil klan matahari melarangnya. Malah di menyuruh Raib untuk memetiknya. Padahal dia kalah. Ternyata itu semua hanya akal-akalan ketua konsil untuk keinginannya yang sangat ambius. Dia sengaja membuat acara festival ini setiapa tahun hanya unutk memperalat peserta untuk menemukan bunga mataharinya dan dialah yang menikmati hasilnya. Apakah keinginan ambisisus ketua konsil sebenarnya…? dan kenapa harus Raib yang memetik bunganya.

Azwar, 17 Tahun

Wednesday, September 14, 2016

Novel Bumi - Tere Liye


Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh.
Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian,
Tetangga kalian. Aku punya dua kucing,
Namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan Papaku
Menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru.
Teman-temanku baik dan kompak

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali Satu
hal. Sesuatu kusimpan sendiri sejak kecil.
Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang

    Tere Liye adalah penulis yang menurutku sangat misterius dan jarang menampakan diri di media social. Hampir semua buku Tere Liye tidak menyertakan biodata pengarang, kecuali hanya email. Kali ini Tere Liye merilis serial Bumi yang akan kita Review pada postingan ini. Serial Bumi terdiri dari empat buku yaitu Bumi, Bulan, Matahari dan Bintang.
    Namanya Raib dia di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Seperti kebanyakan remaja yang lain kehidupan Raib setiap pagi harus berangkat sekolah dan setelah pulang dia mengikuti kegiatan ekstra. Saat dia beranjak remaja sesuatu yang menakjubkan terjadi. Dia bisa menghilang dalam arti yang sesungguhnya. Ketika keluarganya bermain petak umpet dan mama Raib mendapat giliran berjaga. Raib bersembunyi di sebelah almari kamar. Ketika mama Raib mencarinya kesana kemari dan masih belum ditemukan. Akhirnya mama dan papa Raib mulai gusar. Keduanya mendekat ke almari dimana Raib bersembunyi. Dan saat itu Raib hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan dia benar-benar menghilang.
    Beberapa saat setelah kejadian itu, Raib mulai menyadari kejadian yang luar biasa bahwa dia bisa menghilang. Orang tua Raib tidak curiga sama sekali karena mereka menganggap mungkin hanya kebetulan. Raib mempunyai dua kucing yang diberi nama si Putih dan Si Hitam. Setiap sore sepulang sekolah Raib selalu bermain dengan hewan peliharaannya. Kedua kucing itu adalah pemberian dari tante Raib.
    Kedua orang tua Raib menganggap bahwa kucing peliharaannya hanya ada satu dan di beri nama Si Hitam atau Si Putih. Kejadian itu membuat Raib bingung karena dia merasa bahwa kucingnya memang benar-benar dua ekor. Di suatu sore Raib mendapati Si Hitam tidak menyambut kedatangannya sepulang sekolah. Pikir Raib kala itu mungkin Si Hitam sedang mabuk cinta sama kucing tetangga. Setelah beberapa hari Si Hitam tak juga kembali. Raib mulai kesal sendiri dan bingung hendak mencari kemana.
    Suatu malam tiba-tiba cermin di kamar Raib bisa bersuara dan muculah sosok Tamus dari Klan Bulan yang ingin membawa Raib ke klan Bulan karena Raib adalah keturunan terhormat klan bulan. Tamus menjelaskan panjang lebar kenapa Raib bisa menghilang. Ternyata Raib adalah keturunan dari klan Bulan yang dibesarkan di bumi. Jelas Raib memaksa menolak ikut dengan Tamus karena dia sama sekali tidak mengenalnya.
    Sipakah Tamus…? Berhasilkah ia me membawa Raib ke klan Bulan...? dan siapakah orang tua Raib sebenarnya…?

    

Tuesday, September 13, 2016

Ketika Ditanya Cita-Cita

     
     Ada kalanya kita akan memilih pilihan dengan mantap dan ada juga waktunya akan ada banyak pertimbangan sebelum memilih. Siang tadi di kantin sekolah setelah bel berdering tanda akhir jam pelajaran, ada tiga alumni sedang njagong ditemani minuman dingin pelepas dahaga. Mereka adalah Aufa, Wafi dan Obi. Alumni lulusan tahun 2016. Sebab mereka datang kesekolah adalah untuk mengurusi raport yang harus dilegalisir untuk keperluan perkuliahan. Aufa sekarang sedang meneruskan pendidikannya di Universitas Negeri Islam Nahdlotul Ulama (UNISNU) Jepara mengambil Tekhnik Sipil. Wafi sebagai satu-satunya alumni 2016 yang bisa menembus Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja yang mengambil Filsafat. Sedangkan yang terakhir Obi kini menjadi mahasiwa di Universitas Malang dan menjadi accountant.
    Tanpa menunngu lama aku yang sedari tadi bersenda gurau dengan teman-teman absurd di pojok kantin mulai mendekat ke tiga alumni ini. Ada pepatah lama mengatakan “Guru Terbaik Adalah Pengalaman”. Maka aku dan teman-teman yang kepo akan dunia perkuliahan akhirnya ikut nimbrung di sesi njagong alumni itu. Ketiga alumni nampaknya tidak keberatan sama sekali akan kehadiran kami.  Aku sudah cukup akrab dengan mereka karena pernah tergabung dalam satu tim produksi bersama Aufa dan Wafi. Tingkat keiingintahuanku akan dunia perkuliahan saat itu sedang manis-manisnya. Aku mulai mengeluarkan sebuah pertanyaaan klasik dan mainstream.
Daftar pertanyaaan yang membosankan antara kelas 12 dan alumni.
1.       “Bagaimana rasanya Kuliah ?”
2.       “Per semesternya berapa Juta”
3.       “Kuliahnya lewat jalur apa?”
4.       “Ada Beasiswa nggak?”


    Pembicaraan kami mulai panjang, sampai membahas tentang hal-hal yang dianggap tabu seperti free sex place di Jogja. Kata Wafi dunia perkuliahan adalah dunia kebebasan dimana kita harus menemukan jati diri dengan cepat dan pintar menyesuaikan keadaan. Obi yang sekarang kuliah di Universitas Malang menambahkan, “Pandailah berkomunikasi karena ketika kamu kuliah berarti kamu sedang ber akulturasi seluruh Indonesia”. Njagong dengan orang berpengalaman sama saja kita memetik ilmu yang sudah matang. Mereka bertiga jika ditanya apa cita-citanya pastilah akan diawab dengan mantap dan penuh percaya diri, kalaupun cita-citanya tidak tercapai pasti ada step-step yang sudah disiapkan.
    Tiba-tiba menceletuk kepadaku “Terus kamu pengennya masuk universitas mana..?”. Itulah pertanyaan yang aku takuti ketika menginjak kelas 12 SMK. Berbeda sekali ketika aku masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar, saat bapak ibu guru bertanya apa cita-cita kalian semua murid pasti menjawab dokter,pilot dan polisi. Seolah-olah hanya ada tiga pekerjaan itu dimuka bumi. Namun keadaan hari ini sudah sangat berbeda. Dokter, pilot dan polisi benar-benar sudah hilang dari daftar cita-citaku. Aufa masih menunggu jawabanku. “Aku mau kuliah di New York Univerity, USA di Cinematic Faculty”. Aufa terhentak kaget disusul gelak tawa teman-teman yang lain. Belum sempat ada yang berkomentar aku sudah ngomel lagi “Im serious, tidak ada dalam UUD 45 hasil amandemen kalau orang yang punya cita-cita tinggi akan dipenjara dan dijatuhi pasal berlapis”. Gelak tawa mengejek semakin menggemuruh siang itu.
    “Are you serious will be college there?”. Wafi adalah orang yang sedikit membelaku saat itu. Dia memberi nasihat yang bisa membangkitkan orang yang dalam keadaan sangat depresi. Dengan menepuk-nepuk punggung dia menyemangatiku untuk terus bermimpi dan mewujudkan mimpi itu segera. Aufa yang nampaknya ragu akan cita-citaku akhirnya berkomentar “If you fail for it, what will you do and where is University you will be entering?”. Untuk pertanyaan kali ini aku sudah sangat siap. “Jika aku nantinya gagal kuliah di New York. Jogja Film Academy adalah tujuanku selanjutnya”. Siang itu menjadi lengang sejenak.
    Semakin kita tumbuh menjadi sesorang yang dewasa maka ujian kedewasaan tidak sama lagi saat kita masih ingusan, kita akan diuji oleh Yang Maha Kuasa untuk memilih pilihan yang sebenarnya itu bukan pilihan. Hari ini aku bertanya pada diriku sendiri “Apa cita-citaku sebenarnya?”. Aku bingung menjawabnya sendiri. Karena banyak hal yang akan mengganjal dalam proses menggapainya dan akan ada banyak pilihan yang sebenar bukan pilihan melainkan keharusan. “Aku ingin jadi Film Maker, Youtuber dan Writer” kalimat itu yang aku bisikan kedalam hati terdalamku sebagai jawabannya.

Azwar, 17 Tahun

Monday, September 12, 2016

Belajar Dari Berkurban


    Idul Adha 1437 akhirnya tiba. Takbir berkumandang di setiap sudut-sudut Masjid ataupun mushola. Umat islam di seluruh dunia bersorak sorai menyambut hari yang penuh berkah ini. Tahun ini aku tidak bisa ikut jadi panitia kurban di Masjid ku karena aku tidak ada waktu untuk mengikuti proses panitia. Pukul tujuh pagi sekembalinya dari sholat Ied, ada suara yang memanggil-manggil namaku dari luar rumah. Suara ini sangat tidak asing. Tebakaanku benar dia pasti Satriya.
    Satriya datang dengan kabar baik. Itu terlihat dari garis mukanya yang menunjukan kegembiraan. Benar saja, ternyata ia diminta papanya Rama untuk membantu di acara penyembelihan empat ekor kambing sebagai bentuk rasa syukur keluarganya Papanya Rama atau Pak Santosa. Pak Santosa terkenal dermawan di kampungku, beliau sangat tidak eman-eman uangnya kalau sudah berbicara masalah social.
    Setibanya aku di rumah Pak Santosa tenyata empat ekor kambing sudah tergeletak tak bernyawa. Dan sudah banyak orang-orang tua yang berkerumun. Aku telat. Kang Solih sebagai Algojo memintaku untuk membantu membersihkan bulu kambing yang kali ini agak bandel nempelnya. Sudah dicoba beberapa kali di siram dengan air panas namun bulu itu masih menempel kuat di kulit kambing. Jalan terakhir akhirnya di tempuh. Kang Solih menyuruhku membeli Gamping di daerah Bangsri. Gamping jika terkena air akan bereaksi menaikan suhu dengan sangat cepat dan itu cukup untuk merontokan bulu-bulu si kambing. Aku bergegas berangkat menuju ke Bangsri sambil di temani Satriya.
    Gamping yang aku bawa dari Bangsri ternyata memang benar-benar bermanfaat. Sekali di taburkan dan disiram air panas maka hancur sudah pertahanan bulu-bulu kambing. Cukup lima menit untuk satu ekor kambing. Proses akhirnya masuk ke pengeluaran isi perut dan pemilihan daging kambing. Proses ini dilakukan oleh orang-orang professional dalam bidangnya. Di lanjutkan proses pemotongan dan penimbangan daging untuk dibagi ke warga sekitar.




    Hari itu aku belajar dari orang-orang tua bahwa sesungguhnya berbagi akan meningkatkan hormone kebahagiaan. Orang tua disini terlihat sangat ikhlas dan tulus untuk saling bahu membahu mengolah empat ekor kambing untuk nantinya dibagikan ke warga sekitar. Aku nulis post ini tanpa riset apapun dan ini benar-benar pengalaman pribadi semata. Aku hanya ingin menyampaikan kepada kalian bahwa sesungguhnya hakikat berkurban adalah bersyukur bukan untuk ajang pamer dan menyombongkan diri.
    Aku sempat merasa malu karena terlalu banyak istirahat dalam memotong daging. karena orang tua disampingku belum istirahat sama sekali sejak aku ikut bergabung. Jadi aku paksakan diriku untuk kembali ke medan pertempuran untuk memutilasi kambing-kambing gemuk ini. Setelah beberap menit aku asyik memotong, punggungku nampaknya tidak bisa diajak kompromi. “Arrrrgggg nyeriii”. Kembali aku manjakan badanku sambil meminum kopi. Aku istirahat lagi.


     Ketika aku kembali ke medan pertempuran untuk memotong daging ternyata pisauku sudah tumpul dan gagal menembus daging kambing yang alot. Dan tiba-tiba orang tua disampingku berkata “Jadi remaja seperti kamu itu seharusnya bekerja keras dan mengerti bagaimana susahnya mencari uang, seperti pisau yang baru saja tumpul itu, pastilah kamu akan mengasahnya dulu sehingga bisa berguna dengan semestinya lagi. Sama halnya dengan kehidupan ini nak, sebelum kamu melangkah lebih jauh siapkan bekalmu siapkan ilmumu dulu dan setelah bekalmu siap maka hancurkan setiap halangan yang menjatuhkanmu untuk kesuksesanmu. Aku terhentak diam mematung.


Dua pembelajaran kehidupan hari itu aku telah dapatkan, pertama teruslah berbagi kebahagiaan ke orang lain dan yang kedua adalah siapkan bekalmu sebelum ke medan pertempuran karena itu memumudahkan jalanmu untuk gapai kesuksesan.

Azwar, 17 Tahun
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net