Thursday, November 24, 2016

Februari

Februari
Serangan fajar direncanakan
Bebunyian geng no 1 dan no 2 menggema
Dana darah berceceran
Berebut panggung kekuasaan

Februari
Ada yang menyuarakan “Maju Bersama Rakyat”
Ada Juga yang “Harus berdaya saing”
Menurut Cerita,
Yang 1 ……. yang 2 …..
Itu cerita lho

Februari
Banyak kyai yang berkoar memilih si A
Banyak Tikus mempertahankan si B
Kejahatan yang terstruktur

Februari
Apa guna kampanye?
Hingga kartini tertutup bendera partai
Apakah Rakyat GOBLOK?
Sampai harus ada kebohongan yang diteriakan

Februari
Setelah lima tahun berkuasa
Tak perlulah kalian mempromosikan diri
Kami sudah ngerti watakmu

Februari
Pemimpin intelektualitas
Pemimpin Rasionalitas
Pemimpin Bekerja Nyata

Februari
Semoga ulama tidak menjual agama
Semoga amplop tidak mengagetkan subuh kami
Semoga di beri kemudahan
Semoga semua yang di semogakan
Terealisasi

Amin.


    15 Februari 2017 pemilihan kepala daerah serentak se-Indonesia, entah itu milih Gubernur, Wali kota, ataupun Bupati. Tahun ini di kotaku tercinta Jepara memiliki dua calon untuk maju di pertarungan kursi Bupati. Kedua calon Bupatinya adalah si Mantan Bupati dan Si Mantan Wakil Bupati. Munculah pertanyaan di kalangan orang awam, apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?, mengapa mereka saling mempertahankan ego untuk berpisah?, apakah ada masalah sebelumnya?. Ah, bulshit dengan semua itu, yang menjadi pertanyaanku bukanlah itu semua. Setiap pemilihan kepala daerah, pastilah bisnis percetakan untung besar-besaran kecuali kalau si Bosnya orang partai juga, ya pasti bilangnya dana sponsor lah. Semua poster, pamphlet dan antek-antek promosi lainnya bertujuan hanya satu. “Pilih Saya”. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah Mengapa dua Calon pemimpin Jepara ini melakukan kampanye menghabiskan milyaran rupiah dan seolah-olah dirinyalah yang paling benar, padahal lima tahun yang lalu yoo mereka udah mimpin Jepara, Apakah rakyat belum bisa menilai watak mereka selama lima tahun ini?.
    Aku tidak melarang untuk berkampanye, punya HAK apa aku ngelarang-larang orang tua. Mbok ya lebih baik uang kampanye yang fastastis jumlahnya kita sumbangkan ke fakir miskin dan anak yatim. Ekonomi islam kuncinya adalah saling berbagi maka sejahtera rakyatnya.
    Di kampungku entah percaya atau tidak, politik uang yang seharusnya di tindas dan dibinasakan pelakunya malahan menjadi momen yang sangat ditunggu setiap lima tahun sekali. Dimana pemikiran warga kampungku. Katanya sih “ndak apa-apalah buat ganti transport ke TPS”. Huft. Ibu Bapak ayo kita berpikir dengan perangkat yang kita miliki berupa akal sehat, kesadaran politik, dan logika pemberian Tuhan. Jangan disia-siakan loh. Begini Bapak Ibu, Si Calon, awal kerjanya saja sudah berani menyogok panjenengan untuk memilihnya karena uang pemberian, bagaimana kalau sampai beliau ini menjadi penguasa Bapak Ibu?. Berapa manusia yang akan disogok Si Calon ini untuk membebaskan lahan proyek misalnya. Bapak, Ibu njengengan itu sudah ditipu dari awal lhoo, terus ini gimana Bapak Ibu?, apa kita biarkan saja biar Allah yang membalas?.
    Oleh karena itu, saat hari-hari pemilihan kepala daerah seperti ini seharusnya yang kita baca di koran, yang kita dengarkan di radio, dan yang kita lihat di televis adalah dialog atau perdebatan Si Calon Penguasa tentang kualitasnya masing-masing. Agar kita tahu seberapa ia menghargai rakyatnya, kekuatan inteleknya dan aspek lainnya yang bisa kita lihat dari segi mengemukakan ide. Bukanya ikut pawai di jalan dengan melakukan irama bel motor yang sangat menganggu pendengaran. Dengan begitu rakyat dituntut berpikir secara rasional, berlogika dan kritis untuk dengan mantap menjatuhkan pilihan kepada si A atau si B.
    Jeparaku sangat sayang kalau harus jatuh di tangan orang yang rakus dan serakah. Pengumpat dan penjilat harus segera dibinasakan dan dihancurleburkan tak pandang bulu, sekalipun dia adalah orang nomor satu di Jepara. Ulama, Pemuka Agama, dan Tokoh masyarakat harus selalu menuntun rakyat untuk selalu  rasional, kritis dan terus berpikir jauh kedepan. Karena engakaulah kepercayaan rakyat untuk saat ini sebelum fajar mulai menyerang. Jangan malah engkau gadaikan kepercayaan masyarakatmu dengan political game partaimu. Semoga kita selalu dirahmati Allah dan senantiasa mendapat lindungannya dari penguasa-penguasa yang dzolim. Amin.

Azwar, 17 Tahun
   
   

    

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net