Saturday, January 21, 2017

Terimakasih Super Class


Tiga tahun menempuh pendidikan SMK yang melelahkan, akhirnya tiba juga di ujung gerbang perpisahan. Perpisahan dalam konotasi positif. Canda, haru, dan perjuangan kini mulai menjadi album kenangan. Semuanya mulai menata masa depan untuk kehidupan yang lebih bermutu.

Mungkin video ini tidak bisa mewakili semua kenangan yang pernah kita lewati bersama, tapi setidaknya inilah yang pernah mengesankan dalam perjalanan kita.

https://www.youtube.com/watch?v=zHFY3SJaQWo

Friday, January 20, 2017

Informasi SNMPTN dan SBMPTN 2017


Mungkin kalian yang masih kelas X dan XI belum memikirkan yang namanya SNMPTN ataupun SBMPTN atau jangan-jangan belum tahu sama sekali mengenai hal itu. Lalu apakah SNMPTN dan SBMPTN itu?

SNMPTN

Jadi begini, SNMPTN adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Yaitu sebuah ajang seleksi masuk perguruan tinggi tanpa melalui tes, di sini yang dibutuhkan adalah rekam jejakmu/nilai dari mulai semester satu sampai semeser lima. Lolos tidaknya juga ditentukan beberapa faktor lain seperti Akreditasi sekolah, Alumni, dan faktor lain. Semua pendaftaran melalui jalur ini adalah GRATIS. SNMPTN adalah kesempatan emas bagi siapa saja yang ada kemauan. Jadi kamu yang masih fresh atau baru masuk SMA/SMK berjuanglah untuk lolos SNMPTN karena nanti kalau sudah kelas XII penyesalan akan melanda.

SBMPTN

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri aalah Tes masuk PTN melalui jalur Tes Tertulis. Tes jenis ini dilakukan setelah UN kisaran bulan Mei dan diperuntukan bagi siswa yang tidak lolos SNMPTN.  Tahun 2016 kemarin peserta SBMPTN dikenai biaya Rp. 200.000 dan itu berbeda setiap tahunnya. Untuk peraturan SBMPTN bisa membuka website resminya di http://sbmptn.ac.id/.

Biarlah saya sedikit bercerita, dulu ketika saya kelas X, yang membingungkan bukanlah sistem pembelajarannya melainkan ke- LABILAN. Ada banyak sekali ekstra yang saya ikuti dengan alasan ikut-ikutan. Mulai dari Seni Teater, Basket, PMR, sampai Cinematography. menurut saya, hal yang seperti itubadalah wajar karena itu adalah proses pencarian jati diri dengan cara coba-coba. Dan Alhamdulillah sampai saat ini saya istiqomah menjalalani semua ekstra itu. memasuki kelas XI adalah Reorganisasi semua Ekstra, dan Alhamdulilah lagi saya terpilih menjadi ketua Teater.

Prestasi Ekstra terus aku kejar sampai aku lupa kalau tujuan utama sekolah adalah pembelajaran formal. Kalau boleh sombong, prestasi ekstraku cukup memesona karena provinsi sudah terkuasai. Memasuki kelas XII saya lengser dari ketua Teater dan mulai berfokus menatap UN. Rasa sesal mulai menyerang kaena dulu kebodohanku gagal mengatur waktu antara ekstra dan jam pembelajaran alhasil aku tertinggal dari teman-teman. Namun tidak bisa dipungkiri juga, orang yang pernah ikut ekstra atau berorganisasi adalah pembelajar yang cepat. Orang yang pernah berorganisasi bisa dengan cepat menyesuaikan keadaan dan mengejar ketertinggalan. Itu adalah nilai plusnya. Banyak Alumni Organisasi bisa menembus Universitas-Universitas ternama macam UGM, UNNES bahkan STAN.

Bagi adik-adik semoga kalian tidak terlena dengan waktu yang kalian kira masih lama, padahal sesungguhnya sangat dekat. Jika kamu ingin masa depanmu maka lakukan hal terbaik hari ini. Semoga semuanya sukses dan di Ridhoi ALLAH SWT. Amin.

Azwar, 17 Tahun




Monday, January 9, 2017

Tentang Kamu - Tere Liye


Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,
itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.
Cinta memang tidak perlu ditemukan.
Cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih, nasihat lama itu benar sekali,
aku tidak akan menangis karena sesuatu telah
berakhir, tapi aku akan tersenyum karena
sesuatu itu pernah terjadi.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi
Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir.
Maka biarlah hidupku mengalir seperti
sungai kehidupan.

     Buku ini dipersembahkan Tere Liye untuk ibunda tercintanya Nurmas. Terdiri dari 33 bab buku ini akan membawa pembacanya berkeliling dunia dengan penuh emosional. Adalah Sri Ningsih seorang warga Indonesia yang berhasil memiliki harta warisan luar biasa besar. Oleh karena Sri Ningsih tidak mempunyai hak waris maka permasalahan ini diserahkan ke firma hukum Thompson & Co. Sri sempat menetap di madrasah Surakarta untuk menimba ilmu dan bertahan hidup. Dia mempunyai dua sahabat terbaiknya. Sulastri dan Nuraini.
    Kejadian yang tidak pernah disangka Sri akhirnya terjadi. Salah satu sahabat terbaiknya melakukan penghianatan besar yang membuat kehidupan di madrasah kocar kacir. Dari sini penulis memulai konflik yang rumit. Dua permasalahan besar pada buku ini adalah Hak Waris dan Penghinatan.
    Kisah cinta luar biasa dialami Sri ketika ia menetap di London dengan Hakan Karim. Sekali lagi Tere liye berhasil membuat pembacanya Baper.  Banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil dari kisah cinta mahadahsyat dua insan makhluk Tuhan ini. Bukan hanya tentang Sri juga tentang Zaman Zulkarnaen yang dipercaya untuk menyelesaikan masalah hak waris Sri Ningsih yang akan di manipulasi firma hukum saingan Thompson & Co. Zaman berpetualang menelusuri semua kehidupan Sri dari ia dilahirkan sampai masuk liang lahat. Berbagai rintangan didapat Zaman Zulkarnaen karena ini kasus besar dan begitu sensitive lalu apakah Zaman berhasil menyelesaikan harta waris yang tidak punya pewaris ini?.
    Beli bukunya di too buku terdekat anda, kurang lebih harganya Rp. 80.000. Selamat membaca dan terinspirasi


Azwar, 17 Tahun

Friday, January 6, 2017

Jangan Bisu


Malam ini dingin 
Sedingin sikapmu kekasih 
Beri tahu apa salahku
Jangan hanya termangu kelabu

Persetubuhan setan ?
Bekas lehermu ?
Atau kekasih gelapku?
Ahh semua itu salahku

Maafkan aku kekasih
Malam itu aku sungguh khilaf
dan sesal sudah menunaikan tugas
secara perlahan dan ganas

Ciptakan kesempatan ke dua
Maka akan ku bawakan Dunia seisinya
Aku mohon kekasih
Yang selalu berbelas kasih

Hatiku merasa asing
ketika hendak menyapa
"Hai kekasih apa kabarmu?"
"Aku sungguh rindu"
"Apakah kau juga rindu”
“Ahh mungkin berlawanan rasa”

Atau…

kau sudah bosan kekasih ?
Dan meminta cukup sampai disini?

6117

Azwar, 17 Tahun

Wednesday, January 4, 2017

Butuh Refreshing


Kau atasnamakan agama untuk hancurkan agama
Kau tanamkan kebencian atas landasan keadilan
Kau… iya engkau

Engkau yang paling suci
Namun banci
Bernyanyi dan bersembunyi
Mencari recehan juga “Rai”

Pak yai sudah geram
Keadilan harus di segerakan
Segera dan segera
Yaa… pokonya segera

Yang melapor dikasih janiji
Yang jadi saksi amat benci
Sungguh sebuah komedi ironi
Yang pakai topeng islami

Ohhh, Pak Yai

Ayo kita berjanji
Menunaikan perjalanan suci setelah kasus komedi
Kita harus Refreshing dan pergi mancing
Agar rakyat tidak ikut pusing

Merdeka.


Azwar, 17 Tahun

Negeri Mekar Makar


Pernah suatu ketika di majelis Sholawat seorang ustadz memberikan tausiyah panjang lebar bab nasab kanjeng nabi. Mulai dari Nur Nabi Muhammad yang sudah tercipta di zamannya Nabi Adam hingga keturunan nabi Muhammad saat ini yang disebut Habib. Tiba-tiba salah satu jamaah  bertanya “Pak Ustadz, apa bener kita tidak boleh membeci habib ?, padahal kelakuan si Habib ini Astagfirullah sekali”. Pak Ustadz yang bijaksana nyengir “Yang seharusnya di benci itu bukan Habibnya kang, tapi “kelakuannya” si Habib. Sama saja saat panjenengan makan nasi “mambu”, sejatinya panjengan kan cinta nasi, tapi kalau nasinya “mambu”? mesti panjenengan tidak mau makan”. Jamaah hendak ber-ohh sambil mangut-mangut sok paham karena harus menghormati jawaban Pak Ustadz.

    Negara tercinta Indonesia yang harus kita banggakan bersama-sama kali ini sedang menghadapi Kristal (Krisis Bantal). Krisis yang satu ini lebih bahaya dari Krismon tahun 98’. Menjelang malam ketika TV aku hidupkan yang pertama kali nongol adalah berita tentang. “Jokowi resmikan design mata uang terbaru hari ini”. seketika Tv langsung aku matikan karena gambar pahlawannya nggak berhijab dan membuka aurat. Takut syahwat soalnya. “tinggg” ada pemberitahuan dari Facebook kalau beberapa teman hari ini berulang tahun. Daripada syahwatku muncul lagi aku coba menyibukan diri dengan melihat trending topic Netizen. Nggak jauh-jauh dari Tv, semuanya membahas design baru mata uang Indonesia. Dan krisis bantal akhirnya terjadi.

“Ternyata design baru malah banyak Pahlawan Kafir”. 1
“Seharusnya dia berhijab”. 2
“Wahhh ini Konspirasi”. 3
“ini akal-akalan kaum *sensor”.4

    Inilah yang disebut Krisis Bantal. Mereka yang selalu sibuk dengan urusan Kafir menkafirkan lupa kalau malam ini adalah jamnya istirahat, sudah bukan jam kerja lagi. Mereka juga lupa kalau setiap malam ada bantal yang selalu rindu tuannya beristirahat dengan tenang dan damai. Sampai pernah suatu hari bantal ini curhat di akun media sosialnya “Tuanku, kau sudah beli aku mahal sekali dari supermarket termegah, lalu kenapa engkau tidak menugaskanku memberimu kenyamanan dalam beristirahat, kenapa engkau terlihat agamis didepan banyak orang tapi selalu gelisah di depanku ?”. Tuannya yang sedang Online ikut ngomen. “Dasar kamu kafir bantal, nuduh orang sembarangan”.

    Negara tercinta Indonesia yang harus kita banggakan bersama-sama juga sedang berjuang melawan pemetik bunga illegal. Ketika Bunga Negeri sedang giat-giatnya di pupuk tanpa pestisida oleh petani-petani kampung. Datanglah segerombolan orang yang gagah berani banyak nyali yang sudah di duiti dan ngakunya paling suci. Mereka berkata dengan lantang “Hayyyy petani-petani kampung.  Bunga Negeri yang mekar nan indah ini serahkan pada kami !!!”.sengaja pake tanda seru biar ceritanya seru. “Apa urusanmu”. Petani menimpali dengan berani. “Kami ingin berkuasa dan memberdayakan mafia investor kami. sekali lagi, kami benar-benar mengancam, akan mengerahkan semua orang goblok pengikut kami untuk memetik Bunga Negeri yang sedang mekar-mekarnya”. Petani kurus  kampungan akhirnya maju di depan barisan petani lainnya. “Bunga Negeri yang mekar ini adalah milik kita bersama dan bukan milik golongan serakah. Hendaknya kita saling menjaga dan merawat Bunga Negeri bukan malah  saling senggol untuk menguasai. Sosok yang arif adalah mereka yang menyelesaikan masalah tanpa masalah seperti Pegadaian. Tidak berteriak-teriak menebar api kemarahan yang memancing perpecahan. Sudahlah saudara saya tahu kalian hanya disuruh pak bos kok. Tapi yooo, kamu kan juga rakyat thoo masak kamu mau metik Bunga Negeri yang khasiatnya bisa buat orang gila. Sudah ya saudara-saudara mari kita kembali kerumah masing-masing untuk istirahat dan menugaskan bantal kita. Sekian pidato saya wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuuuuhh”.


Azwar, 17 Tahun

Monday, January 2, 2017

Jangan Pernah Sedikitpun Mengeluh

     
     Saat aku menulis ini dirumahku adalah 2 Januari 2017 musim penghujan, entah di kampungmu itu tanggal berapa dan sedang musim apa. Hari ini aku rencananya akan membuat video untuk Youtube dan Instagram dengan berkolaborasi dengan salah satu anak “ter-Hits” se Sekolah dialah Sintiya Firliani (@sintiyafirliani). Kenapa aku harus collab sama dia?. Yaaa biar cepat hits lah.
    Awal aku kenal sama si Sintiya ini ketika aku mendapat tugas dari Osis untuk jadi komentator lomba sepakbola dalam rangka HUT SMK. Ehhh ternyata Sintiya juga menjadi komentator tanpa sepengetahuanku. Tanpa banyak bicara satu sama lain aku dan Sintiya langsung mengomentari pertandingan sepakbolanya layaknya professional. “ohhh masih Robi membawa bola, melewati satu du pemain dannnnn apaaa yang terjadi… ternyata bola masih bisa ditepis kipper dan tidak jadi gooolll bung”. Celetuku ngawur. Bola yang tadi di tendang Robi hanya menghasilkan tendangan penjuru. Tiba-tiba Sintiya mengagetkanku dengan pertanyaan “Kak itu namanya tendangan apa?”. Aku Jawab dengan santai. “Itu namanya tendangan Penalty” dan Sintiya langsung berteriak “yaaakkk saudara-saudara sesaat lagi kita akan menyaksikan tendangan penalty dari pojok gawang bungg”. Semua penonton kaget dan ikut tertawa. Tanpa Sintiya tahu kalau baru saja ia menjadi Comedian.
    Itu ketika pertama kali aku kenal si cewek yang katanya hits ini, padahal menurutku biasa saja dan memang seharusnya  tidak di lebih-lebihkan. Katanya lagi dia hitsss karena kecantikannya dan prestasinya dan sekali lagi aku nggak peduli yang penting dia terkenal di sekolah. Dan misiku berkenalan dengan dia sudah selesai. Misi selanjutnya adalah mengajak dia untuk colab membuat Video absurd. Mulailah akal bulusku untuk mendekati Sintiya, setiap ketemu di jalan aku menyapanya dengan tampang paling manis sedunia, Ketika di kantin, ketika hendak pulang, dan selebihnya  Aku sapa dengan cukup berlebihan. Sampai suatu ketika sebelum libur tengah semester kita dipertemukan di Gazebo dengan sengaja. Ya memang sengaja dia tak panggil.
 “kamu sibuk nggak pas liburan?”.
“nggak memangnya kenapa kak?”
“yuk buat Video lucu-lucuan”. Tampangku memelas
“Okeee-okeee siap kak. Tapi kapan?”
“udahh nanti tak hubungi, minta pin BBmu kalau gitu”. Berakal licik
“Nih kak”. Sintiya menyodorkan Hpnya
    Tibalah hari senin 2 januari 2017. The last holiday. Pukul 09.00 WIB di Alun-alun Jepara. Perjanjian tanpa materai itu dibuat. Karena prinsip hidupku “Disiplin adalah Pintu mencapai derajat selanjutnya dalam berkarya” aku jam 9 kurang seperempat sudah nongkrong di Alun-alun di temani teman seperjuanganku Satriya.
“Kak aku baru Mandi”. Bm dari Sintiya
“Santai aja nggak apa-apa”.Dasar Cewek
      Mungkin ini akan memakan banyak waktu kalau nunggu cewek Mandi. Aku mengeluh. Lalu kenapa judulnya
“Jangan Pernah Sedikitpun Mengeluh”?
     Beginilah ceritanya.
     Saat aku menunggu Sintiya Mandi mungkin aku bisa keliling Asia menggunakan becak dan menonton 10 film terbaru dengan masing-masing film durasinya 2 Jam. Lama betul dia. Untuk membuang bosan aku mencoba membriefing Satriya tentang konsep yang akan kita eksekusi.  Briefing sudah selesai dan seperti yang kalian tebak Sintiya belum muncul juga. Waktu itu aku hanya membawa uang Rp. 16.000 saja. Sungguh bokek kala itu. Tiba-tiba dari arah utara datang seorang ibu-ibu kira-kira yaa sekitar 40 Tahunan lah. Dengan pakaian lusuh, kotor dan tanpa alas kaki si Ibu ini mengahampiriku dan Satriya. “Nak maaf sebelumnya, boleh saya minta uang Rp. 10000 saja untuk pulang ke Kudus?”. Sebelum aku menjawab permintaannya Ibu ini meneruskan pembicaraan.
    “saya ini sebenarnya bekerja di Mantingan nak sebagai buruh meubel. Dan hari ini saya tidak dapat gaji dari pak Bos. Saya  kepengen pulang ke Kudus nak. Pengen ketemu keluarga. Saya sudah berjalan jauh-jauh dari Mantingan ke sini untuk cari uang buat pulang tapi belum dapat juga. nak tolong bantu ibu, saya doakan nanti kalian menjadi orang-orang sukses dan berpendidikan tinggi juga berguna bagi bangsa dan agama”.
    Aku menyenggol Satriya dan dia menggeleng itu berarti dia tidak bawa uang. Kebiasaan jelek Satriya. Huft. Demi melihat ibu ini bisa pulang aku mulai merogoh kantongku yang hanya Rp. 16000, tanpa pikir panjang aku langsung menyerahkan Rp.10000 ke Ibu tadi. Ucapan terimakasih dan doa tak terhingga ibu itu ucapkan kepadaku dan Satriya sebelum ia pergi.
        “Bagaimana kalau ibu itu penipu”. Satriya nyeletuk sembarangan
      "Bodoh amat. Yang penting kita amal”.
     Praktis uangku di kantong tinggal Rp. 6000. Awal aku berangkat ke Alun-alun aku sudah sangat mengeluh karena tidak punya uang. Sepanjang jalan aku mengutuk keadanku yang selalu tidak punya uang. Tapi Tuhan benar-benar sayang ke semua makhluknya. Hari ini Tuhan memperlihatkanku sisi kehidupan yang benar-benar menyentuh kalbu. Terlepas dari ibu tadi penipu atau tidak, aku tidak peduli sama sekali. Sekarang aku benar-benar malu karena aku sama buruknya dengan kaum serakah yang tak pandai bersyukur atas pemberian Tuhan. Aku adalah koruptor yang sesungguhnya, selalu menkorupsi Tuhan dengan nafsu duniawi. Padahal sejatinya hidup adalah beribadah bukan berwemah-mewah. Sebelum punggung ibu tadi hilang untuk terakhir kalinya, ibu tadi meninggalkan senyum bahagia dan terimaksih yang sangat tulus, membuat hatiku teriris dan tercabik. Benar-benar kepuasan batin ketika kita bisa membantu seseorang untuk bertemu keluarganya.
Aku menyumpahi diriku dengan umpatan kotor karena selalu meminta lebih dan ingin berlebihan. Padahal di luar sana ada banyak keluarga yang berdoa cukupkan aku untuk hari ini ya Tuhan. Semoga hidup ini menjadi lebih baik kawan.
Oh yaaaa setelah satu setengah jam menunggu, akhirnya Sintiya datang dengan mimik muka yang amat bergembira dan memecah suasana haru. Praktis sintiya tidak tahu kejadian tadi. Dia memang selalu tidak pernah tahu. “kak boleh aku cerita?”. Mimik muka Sintiya berubah menjadi terlihat banyak tekanan batin . “iya ngomong aja?”. Dia mulai menceritakan kenapa dia terlambat “Kak sebenarnya dikeluargaku itu….makanya aku telat datang kesini”.

 Dan hari itu aku mendapat pencerahan yang luar biasa akan rumitnya kehidupan. Dua pencerahan sekaligus dari insan manusia yang benar-benar mengalaminya bahwa hidup itu Jangan Pernah Sedikitpun Mengeluh. Kalau kita berpikir masalah kita sebesar gunung maka Tuhan menyediakan satu cakrawala solusi untuk menyelesaikannya. Jangan pernah mengeluh dengan semua permasalahan hidup, karena sesungguhnya hidup itu belajar mengatasi masalah. Masalah kita berat itu karena kita jauh dari pencipta masalah. Dekatilah pencipta masalah maka kamu di dekati pencipta solusi.
Proses pembuatan video akhirnya bisa berjalan lancar dan menyenangkan karena pendewasaan yang dipaksakan dan videonya bisa dilihat di Instagram @azwaraff dan Youtube Azwar Affrian. Seruput kopi anget. Sampai jumpa dan salam Damai bos.


Azwar, 17 Tahun. 

Thursday, November 24, 2016

Februari

Februari
Serangan fajar direncanakan
Bebunyian geng no 1 dan no 2 menggema
Dana darah berceceran
Berebut panggung kekuasaan

Februari
Ada yang menyuarakan “Maju Bersama Rakyat”
Ada Juga yang “Harus berdaya saing”
Menurut Cerita,
Yang 1 ……. yang 2 …..
Itu cerita lho

Februari
Banyak kyai yang berkoar memilih si A
Banyak Tikus mempertahankan si B
Kejahatan yang terstruktur

Februari
Apa guna kampanye?
Hingga kartini tertutup bendera partai
Apakah Rakyat GOBLOK?
Sampai harus ada kebohongan yang diteriakan

Februari
Setelah lima tahun berkuasa
Tak perlulah kalian mempromosikan diri
Kami sudah ngerti watakmu

Februari
Pemimpin intelektualitas
Pemimpin Rasionalitas
Pemimpin Bekerja Nyata

Februari
Semoga ulama tidak menjual agama
Semoga amplop tidak mengagetkan subuh kami
Semoga di beri kemudahan
Semoga semua yang di semogakan
Terealisasi

Amin.


    15 Februari 2017 pemilihan kepala daerah serentak se-Indonesia, entah itu milih Gubernur, Wali kota, ataupun Bupati. Tahun ini di kotaku tercinta Jepara memiliki dua calon untuk maju di pertarungan kursi Bupati. Kedua calon Bupatinya adalah si Mantan Bupati dan Si Mantan Wakil Bupati. Munculah pertanyaan di kalangan orang awam, apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?, mengapa mereka saling mempertahankan ego untuk berpisah?, apakah ada masalah sebelumnya?. Ah, bulshit dengan semua itu, yang menjadi pertanyaanku bukanlah itu semua. Setiap pemilihan kepala daerah, pastilah bisnis percetakan untung besar-besaran kecuali kalau si Bosnya orang partai juga, ya pasti bilangnya dana sponsor lah. Semua poster, pamphlet dan antek-antek promosi lainnya bertujuan hanya satu. “Pilih Saya”. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah Mengapa dua Calon pemimpin Jepara ini melakukan kampanye menghabiskan milyaran rupiah dan seolah-olah dirinyalah yang paling benar, padahal lima tahun yang lalu yoo mereka udah mimpin Jepara, Apakah rakyat belum bisa menilai watak mereka selama lima tahun ini?.
    Aku tidak melarang untuk berkampanye, punya HAK apa aku ngelarang-larang orang tua. Mbok ya lebih baik uang kampanye yang fastastis jumlahnya kita sumbangkan ke fakir miskin dan anak yatim. Ekonomi islam kuncinya adalah saling berbagi maka sejahtera rakyatnya.
    Di kampungku entah percaya atau tidak, politik uang yang seharusnya di tindas dan dibinasakan pelakunya malahan menjadi momen yang sangat ditunggu setiap lima tahun sekali. Dimana pemikiran warga kampungku. Katanya sih “ndak apa-apalah buat ganti transport ke TPS”. Huft. Ibu Bapak ayo kita berpikir dengan perangkat yang kita miliki berupa akal sehat, kesadaran politik, dan logika pemberian Tuhan. Jangan disia-siakan loh. Begini Bapak Ibu, Si Calon, awal kerjanya saja sudah berani menyogok panjenengan untuk memilihnya karena uang pemberian, bagaimana kalau sampai beliau ini menjadi penguasa Bapak Ibu?. Berapa manusia yang akan disogok Si Calon ini untuk membebaskan lahan proyek misalnya. Bapak, Ibu njengengan itu sudah ditipu dari awal lhoo, terus ini gimana Bapak Ibu?, apa kita biarkan saja biar Allah yang membalas?.
    Oleh karena itu, saat hari-hari pemilihan kepala daerah seperti ini seharusnya yang kita baca di koran, yang kita dengarkan di radio, dan yang kita lihat di televis adalah dialog atau perdebatan Si Calon Penguasa tentang kualitasnya masing-masing. Agar kita tahu seberapa ia menghargai rakyatnya, kekuatan inteleknya dan aspek lainnya yang bisa kita lihat dari segi mengemukakan ide. Bukanya ikut pawai di jalan dengan melakukan irama bel motor yang sangat menganggu pendengaran. Dengan begitu rakyat dituntut berpikir secara rasional, berlogika dan kritis untuk dengan mantap menjatuhkan pilihan kepada si A atau si B.
    Jeparaku sangat sayang kalau harus jatuh di tangan orang yang rakus dan serakah. Pengumpat dan penjilat harus segera dibinasakan dan dihancurleburkan tak pandang bulu, sekalipun dia adalah orang nomor satu di Jepara. Ulama, Pemuka Agama, dan Tokoh masyarakat harus selalu menuntun rakyat untuk selalu  rasional, kritis dan terus berpikir jauh kedepan. Karena engakaulah kepercayaan rakyat untuk saat ini sebelum fajar mulai menyerang. Jangan malah engkau gadaikan kepercayaan masyarakatmu dengan political game partaimu. Semoga kita selalu dirahmati Allah dan senantiasa mendapat lindungannya dari penguasa-penguasa yang dzolim. Amin.

Azwar, 17 Tahun
   
   

    

Tuesday, November 22, 2016

Dikira.

     Pernah suatu ketika aku menulis cerita pendek di sosmed tentang kecurigaanku tentang ''aliran dana BOS''. Tak disangka dan tak diduga ternyata tulisanku sangat viral entah sebab apa. niat awal aku menulis hanya sebagai teman saat kebosanan melanda, hanya dengan berbekal sedikit riset aku menulis semauku dan membesar-besarkan suatu tokoh dan mengintimidasi tokoh lainnya. Terserah saya dong ini kan cerita ''fiktif''. Tulisanku yang menceritakan tentang seorang ketua OSIS yang mencari tahu dan mencurigai aliran dana BOS sampai di telinga Bapak Kepala Sekolah. Ternyata tulisanku ditanggapi sangat serius oleh Bapak Kepala Sekolah dan beliau mengadakan Rapat Dadakan dengan semua pembina ekstra dan orang yang berkepentingan di BOS. Waka Kesiswaan datang menemuiku ketika mimpiku didalam kelas sedang melayang-layang. yaaaa, tidur siang terganggu. Dari Waka ternyata ingin menkonfirmasi apa tujuan dan maksud tulisankau, kujawab saja dengan tenang. ''Saya menulis cerita pendek dengan sesuka hati saya pak, dan hanyalah cerita fiktif. Saya sengaja membuat isi cerita sangat buruk dan terkesan mengintimidasi salah satu tokoh, karena tujuan saya membuat cerita yang buruk karena contoh juga tidak harus baik. Maka kenapa kita terlalu terpaku akan amanat buruk itu, dan mengapa kita tidak berpikir untuk menghindari sifat buruk salah satu tokoh''.
     Yaaa,maka benar seorang penulis Amerika pernah menulis ''Setetes tinta bisa menggerakan sejuta manusia''. Hasil rapat oleh Bapak Kepala Sekolah memang aku kurang tahu hasilnya tapi semoga saja ini bisa menjadi pelajaran kita semua. Hari ini suasana sudah mereda dan kondusif, tapi masih ada teman-temanku yang sedikit terprovokasi akan tulisanku dan terus menuntut transparansi aliran dana BOS. Mereka ingin duduk bersama dan menumpahkan semua keluh kesahnya selama menuntut ilmu di sekolah Tercinta ini.
    Siapa yang hendak disalahakan kalau Bapak Ibu Guru menuntut kami untuk kreatif dan mencari materi sendiri sedangkan para siswa melihat pengurus sekolah yang tidak kreatif untuk mentranparasi. Hayooo siapa yang salah. yaaa jelas siswa tohh kan yang lebih muda dan sempit ilmunya.

Azwar, 17 Tahun
 

Wednesday, November 16, 2016

Study Tour - Bandung

    

    Setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis menulis karena beberapa hal yang sebenarnya tidak penting sama sekali akhirnya Azwar si calon presiden Republik Indonesia kembali mencoba berkarya. Cerita akan diawali oleh duka yang mendalam dan ending yang sangat mengesankan.
    Minggu 30 November 2016. Dewan Kesenian daerah Kab. Jepara menggelar Festival Teater Pelajar dengan tujuan membangunkan dunia perteateran yang sedang mati suri. Setelah melewati proses yang melelahkan akhirnya kami SMK N 3 Jepara mendapat predikat Keaktoran terbaik waktui itu, walaupun nggak dapat juara. Dua hari setelah festival, aku masuk rumah sakit dalam arti yang sesungguhnya, yaa, aku gagal mengatur jam istirahat karena kegiatanku yang sangat ketat. Praktis seminggu terakhir aku hanya tergulai lemah di ranjang pesakitan. Dihidangkan puluhan makan lezat nan menggoda yang belum tentu aku bisa dapatkan saat sehat menjadi amat pahit ketika menyentuh lidah yang terlihat putih pucat.
    Benar kata kebanyakan orang yang entah dari mana sumbernya “Miskinpun tak apa selagi tubuh ini masih sehat maka dunia ini adalah hamba kita”. Memasuki 4 November pagi hari, semua media memberitakan tentang demo aksi damai 4 November. Demo ini bertujuan untuk segera mengusut penistaan agama yang dilakukan Pak Ahok. Mau tidak mau sepanjang hari itu aku kenyang dengan pemberitaan aksi damai yang menjadi trending topic dunia. Masa bodoh dengan demo itu.
    Sore hari Bu Dokter yang menanganiku mengatakan kalau tingkat keparahan penyakitku masih riskan kalau aku di rawat jalankan, namun aku dan ibuku ngotot ingin pulang dan segera meniduri hotel bintang lima dirumah. Dengan berjanji akan beristirahat total selama satu minggu maka Bu Dokter akhirnya mengeluarkan surat rawat jalan. Ahhhh plong sudah dari semua kehidupan rumah sakit yang sangat membosankan.  
    Study Tour yang akan diadakan nanti pada 7 November nampaknya aku hanya akan mendengar cerita indah dari teman-teman karena aku terikat janji dengan Bu Dokter. Sehari sebelum keberangkatan tepatnya hari minggu 6 Nov, aku mengikuti OSC Test (Online Scholarship Competition Test) di Sekolah. Alasannya karena online jadi aku harus nggantung WIFI sekolah. Ternyata disana banyak teman-teman sekelasku yang juga berminggu wifi ria di Gazebo Corner sekolah, dan cerita indah akan segera dimulai.
    Datang Abin yang membujukku dengan sedikit memaksa untuk ikut Study Tour lalu diperkuat dengan Dimas menakuti-menakutiku akan menyesal jika aku tidak ikut ditambah Indri yang katanya tidak akan ramai kalau aku tidak jadi ikut. Memang aku lelaki penghibur apa. Fck you ndri. Janji seminggu beristirahat total nampaknya sedikit lagi akan terlanggar. Study tour tahun ini jurusanku study tour ke TVKU (UDINUS) dan Trans Studio Bandung. Ibuku yang tanpa aku duga ternyata berucap “Kalau badanmu sudah sehat ya ikut aja daripada nanti kamu nyesel lho”. Itu adalah ucapan terindah yang akan selalu terkenang karena itu tiket menuju cerita selanjutnya.
    Mentari pagi yang nampak malu-malu untuk menunjukan betapa eloknya dirinya, Ibuku yang sibuk mempersiapkan kebutuhan Study Tourku, dan aku yang masih terlelap dalam mimpi. Jangan Ditiru. Pukul 7 akhirnya aku terbangun karena teriakan pembangun semangat ibuku. Aku segera bergegas untuk Mandi dan mempersiapkan obat-obatanku dari rumah sakit. Dengan diantar bapaku aku mulai menulis cerita indah ini.
    Sesampainya disekolah wajah gembira dan mengejek  menyambutku dengan ucapan-ucapan penghinaan
                “Ternyata bisa sakit juga”
                “Nggak sekalian dikuburin”
                “Dasar tukang acting”
                “Pasti biar diperhatiin pacarmu kan”
Setan kalian semua. Nggak ada yang percaya kalau aku benar-benar tepar. Mereka taunya aku seorang yang suka bercanda dan BERBOHONG. Memang itu sih kenyataannya. Oke kita lanjutkan ceritanya. Biro berjanji pukul 9 pagi kami akan segera di berangkatkan menuju Semarang namun hingga pukul 10 siang busnya tak kunjung datang  dan kekacauanpun terjadi.
                “Dasar Biro tidak professional”
                “Perasaanku sudah tidak enak dari awal kalau lihat muka yang punya biro ini”
                “Wahhhh bekalnya udah jamur ini”
                “Kita naik angkot aja kalu gitu”
                “Kenapa harus biro ini, paling-paling praktik suap menyuap biar menang tender”
                “Dari persentasinya saja tidak meyakinkan”
                “Awal saja sudah mengecewakan  apalagi nanti tengah sampai akhir”
                ”Allahummasoli a’alaaa muhammmaaaaaaddddd”
Hanya ucapan terakhir yang mengandung pahala. Setengah sebelas akhirnya busnya merapat. Dengan wajah yang kecewa dan mengutuk dalam hati aku dan teman-temanku berat hati melangkah ke dalam bus.
     Perjalanan dimulai dengan tujuan pertama adalah TVKU (UDINUS) Semarang. Setengah tiga kami tiba disana. Itu sudah meleset dari jadwal sebelumnya. Di TVKU kami disambut hangat oleh kak fitri sebagai Humas TVKU. Kami daiajak berkeliling ke semua sudut kantor TVKU untuk melihat  proses produksi pertelevisian, kami juga ikut live salah satu talkshow mereka. Selanjutnya kami dibawa masuk ke salah satu studio dan di beri ilmu yang sangat bermanfaat oleh Kak Fitri tentang bagaimana harus berkarya yang baik tanpa melanggar norma-norma masyarakat. Salah satu quotes yang bisa aku ambil dari Kak Fitri adalah “Buatlah orang lain mengcopy karyamu  dengan senang hati” dan “Selagi muda jagan takut untuk berkarya selama mematuhi batas larangan”.

    Perjalanan dilanjutkan ke Trans Studio Bandung. Perjalanan istimewa akan semua orang yang haus akan liburan, yaaa, itulah kami para pelajar yang telalu suntub di depan layar imajinasi. Mencoba melihat sejenak karya hamba-hamba Tuhan yang selalu taat pada aturannya. Trans Studio di gadang-gadang sebagai eropanya Indonesia. Yaa itulah kami yang ingin merasakan hawa-hawa Eropa. Setidaknya kalau tidak bisa membeli daging sapi rasa balado, maka bolehlah kita membeli bumbu balado untuk ditaburkan ke daging ayam.
     Sebelum merapat ke Trans Studio Bandung rombongan menyempatkan Mandi besar. Ehh maksutnya Mandi air hangat di Ciater, Subang. Semburan air memancar dari beberapa celah bebatuan disambut siraman cahaya lembut sang mentari membuat mata ini jadi melek semelek-meleknya. Memang banyak sekali sumber mata air hangat yang ada di Jawa Barat tapi ‘katanya’ di ciater lah mata air yang paling bersahabat dengan kulit orang  Jawa.




    Hanya sebentar menikmati kehangatan Tuhan, perjalanan dilanjutkan ke tujuan utama Trans Studio Bandung. Setelah administrasi beres dan kupon makan di tangan. Piknik pun dimulai. Kesan pertama ketika aku naik ke lantai 2 dan disambut dengan banyak videotron adalah masuk ke Benua Eropa. Ya Eropanya Indonesia. Arsitektur yang luar biasa ketika di lantai dua ada bangunan semegah ini. Berdecak kagum akan keilmuan para arsitek dan developer proyek Trans Corp ini. Vertigo adalah permainan pertama yang menyambut kami, tau sendirilah kalau vertigo ini adalah salah satu jenis penyakit. Barang siapa yang menaiki permainan ini maka ia akan sejenak merasakan penyakit Vertigo.
    Pesan yang masih kupegang dari ibuku adalah dilarang menaiki wahana pemacu adrenalin karena kondisiku yang belum pulih betul. Yaaa, jadi aku hanya bisa merekam keseruan bermain teman-temanku, dan itu membosankan. Jadi posisisku dalam cerita ini adala departemen dokumentasi. Fck. Aku harus mengikuti kemananpun teman-temanku pergi dan harus bersedia menjadi juru foto yang tak berpenghasilan. Cerita ini aku singkat.
    Entah pukul berapa kami memasuki stage 15 yang menggelar pertunjukan it’s magic. Aku sangat kagum sekali akan pertunjukan yang sangat istimewa dengan permainan tata cahaya, sound effect serta permainan lighting yang menyejukan mata. Ya aku belajar banyak dalam seni pertunjukan.
    Stage 16 adalah pertunjukan sirkus THE BOOK OF THE WORLD yang dipentaskan oleh crew dari TSB sendiri. Seperti yang aku pernah lihat di Televisi, bagaimana sirkus melakukan sesuatu kemustahilan yang nyata, semua penonton membungkam mulutnya dan sesekali bertepuk tangan girang akan sesuatu kemustahilan. Hari ini kita belajar dari sebuah pertunjukan sirkus bahwa kemustahilan bisa ditaklukan dengan kerja keras, telaten serta doa maka kemustahilan adalah sesuatu yang tak lagi semu.
   Kehidupan manusia sejatinya untuk menghambakan diri kepada Tuhannya, mengagumi karyanya melalui makhluk-makhluknya juga salah satu jenis penghambaan kepada Tuhan. Hari itu aku belajar banyak hal tentang makna kehidupan. Pukul 16.00 WIB janji akan kembali ke bus untuk segera meneruskan perjalanan ke pusat oleh-oleh Cibaduyut, tapi terdengar sayup-sayup bahwa pukul 16.00 nanti akan ada festival di TSB, yaaa mumpung di Bandung ya kita selesaikan saja festival yang belum temtu satu tahun sekali kita lihat. Kami bergegas menuju bus ditemani dengan gerimis hujan yang terus mengikuti langkah lariku, sesampainya di bus aku mencari hpku di jaket, namun tidak ada juga, kucari di bawah kursi juga tak ditemukan. Ohhh sial hpku terjatuh saat aku berlari kehujanan. Dengan rasa berat hati aku meninggalkan Bandung tanpa ada hp ditangan.


    Beberapa hari setelah liburan yang menyenangkan juga mengikhlaskan, Arif temanku memberiku kabar bahwa hpku telah ditemukan dan siap dikirim ke Jepara. That’s Surprise. Ada aja orang yang masih baik di jaman para pemimpin yang korup. Enam hari setelah kabar dari Arif akhirnya hpku kembali kepelukan majikannya. Huft. Yaaa mungkin ini cerita tidak penting sama sekali, dan mungkin pengalaman seperti ini sudah banyak dialami banyak orang. Tapi satu hal yang yang mungkin juga belum disadari banyak orang yaitu mengambil pelajaran kehidupan dari sebuah perjalanan.
https://youtu.be/YSNywSeDHD8
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net